Pemenuhan Pangan Bagian Dari Hak Asasi Manusia

PRINGSEWU – Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari HAM yang dijamin UUD 45, dan negara pun wajib mewujudkan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. pada acara advokasi pembentukan tim terpadu daerah dan replikasi program pasar aman dari bahan berbahaya di Hotel Urbanstyle by Frontone, Pringsewu, Kamis (21/3).
.
Menurut Fauzi, untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat, salah satu sarana distribusi pangan adalah pasar tradisional, dimana berbagai produk pangan baik segar maupun olahan dijual bebas di sini. Sehingga, karena kurangnya pengendalian dan pengawasan menyebabkan masih sering ditemukan produk pangan yang berbahaya. “Peran pemerintah dalam hal ini sangat penting di dalam mengawasi peredaran makanan yang beresiko bagi kesehatan. Namun lebih dari itu, peran yang lebih penting adalah masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat perlu diedukasi dan diberi pengetahuan tentang keamanan pangan, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dalam memilih makanan yang aman dan bergizi,” katanya.
.
Fauzi juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Lampung yang menggelar kegiatan tersebut, yang merupakan salah satu bentuk peran strategis pemerintah agar masyarakat dapat terhindar dari bahan makanan berbahaya, diantaranya melalui program pasar aman dari bahan berbahaya. Acara yang diikuti anggota asosiasi pasar se Kabupaten Pringsewu ini dihadiri Kepala Badan POM Provinsi Lampung Dra.Hj.Syamsuliani, Apt., M.M., menghadirkan narasumber dari Badan POM Provinsi Lampung. (*/ Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi – Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Terkait Proyek Prioritas Pembangunan, Tim Bappenas Kunjungi Pringsewu

PRINGSEWU – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI melakukan kunjungan ke Kabupaten Pringsewu. Kunjungan tersebut terkait dengan proyek prioritas pembangunan di Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu H.Sujadi didampingi Kepala Bappeda Relawan, S.E., Kadis Ketahanan Pangan Ir.Tabrani Mahfi, Kadis Pertanian Ir.Iskandar Muda serta sejumlah Kabid pada Dinas PUPR, menyambut dan menerima tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas, yang terdiri Lilis Widyawati Dwi Lestari, S.Sos (fungsional perencana muda pada Direktorat Sistem dan Pelaporan Pemantauan Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas), Indriyani Widiastuti, S.T. dan Yan Paristama (Tenaga Ahli pada Direktorat Sistem dan Pelaporan Pemantauan Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan), Ir.Tuti Sutiarsih, M.T. (Kabid Pelaksanaan BBWS Mesuji Sekampung), Novi Bernastowo, S.T., M.T. (Kasi Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Mesuji Sekampung), Budiman, S.T., M.T. (Kasatker NVT Pembangunan Bendungan BBWS Mesuji Sekampung) dan Helmi Lazuardi, S.T., M.Sc. (PPK Pelaksanaan Bendungan Way Sekampung) serta sejumlah kabid dari Sekretariat Kabinet, di ruang rapat Bupati Pringsewu di kantor sekretariat pemkab setempat, Kamis (21/3).

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya menyampaikan sekilas profil Pringsewu, dimana Pringsewu ini merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Lampung yakni hanya seluas 625 km2, berpenduduk 397.598 jiwa.
Sejumlah proyek yang saat ini sedang dibangun di Pringsewu diantaranya Bendungan Way Sekampung. Selain itu, sesuai masterplan Provinsi Lampung, rencananya akan dibangun jalur kereta api Pringsewu-Rejosari-Metro, juga pembangunan jalan Pringsewu-Bandara Radin Inten II-Exit Tol, pelebaran jalan negara, serta pembangunan ring road Kota Pringsewu. “Kami mohon dukungan dan bantuannya agar rencana tersebut dapat terlaksana,” ujarnya.

Terkait pembangunan ketahanan pangan, menurut bupati, menjadi sangat penting dan sudah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Pringsewu. “Bahkan kita pernah mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi terkait keberhasilan kita di bidang ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, fungsional perencana muda pada Direktorat Sistem dan Pelaporan Pemantauan Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas RI, Lilis Widyawati Dwi Lestari, S.Sos. mengatakan tujuan kedatangannya ke Pringsewu adalah dalam rangka memantau kegiatan pembangunan secara tematik. “Untuk kunjungan ke Kabupaten Pringsewu ini adalah berkaitan dengan ketahanan pangan. Kita ingin mengetahui sejauh mana progresnya maupun kemungkinan kendala-kendalanya. Dari hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada kementerian terkait,” katanya.

(*/Subbag Pub.& Dok. Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Kabupaten Pringsewu Kini Resmi Memiliki Unit Metrologi Legal

PRINGSEWU – Kabupaten Pringsewu kini memiliki Unit Metrologi Legal. Hal tersebut seiring dengan diresmikannya Unit Metrologi Legal Kabupaten Pringsewu oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita pada puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 di komplek Gedung Sate, Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Rabu (20/3).

Peresmian Unit Metrologi Legal Kabupaten Pringsewu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Perdagangan RI, disaksikan Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. didampingi Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Rita Irviani, S.E., M.M., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Jhondrawadi, S.E., M.M., dan Kadis Perindagkop dan UMKM Kabupaten Pringsewu Drs.Masykur, M.M. Termasuk Gubernur Provinsi Jawa Barat H.Ridwan Kamil pun turut pula menyaksikan prosesi tersebut.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan pendirian metrologi legal merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi konsumen, dimana metrologi menjadi instansi yang bertanggung jawab dalam menjamin timbangan atau alat ukur yang digunakan oleh para pedagang.

Enggartiasto berharap peresmian unit metrologi legal tersebut dapat memacu kabupaten dan kota lainnya agar dapat segera memiliki kantor unit metrologi legal. “Target saya, tahun ini seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki kantor unit metrologi legal,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan telah diresmikannya Unit Metrologi Legal Kabupaten Pringsewu, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. berharap keberadaannya dapat memberikan kenyamanan kepada para pedagang maupun konsumen, dimana semua alat timbang yang ada, bisa diuji dan diukur ketepatannya. “Semoga kedepannya seluruh transaksi perdagangan, baik di pasar maupun non pasar di wilayah Kabupaten Pringsewu dapat tertib ukur,” harapnya.

Untuk diketahui, selain Kabupaten Pringsewu, ada 250 kabupaten dan kota lainnya di seluruh Indonesia yang juga diresmikan Unit Metrologi Legal-nya. Dan peresmian serta penandatanganan prasasti Unit Metrologi Legal oleh Menteri Perdagangan tersebut yang seluruhnya berjumlah 251 prasasti, tercatat sebagai penandatanganan prasasti terbanyak yang pernah ada di Indonesia, sehingga berhasil memecahkan rekor MURI. (© Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Gelar Rapat Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN 

GADINGREJO – Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama ‘Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kabupaten Pringsewu 2019, dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.A.Budiman, P.M., M.M.

Kegiatan yang diselenggarakan di RM.Kelapa Gading, Bulukarto, Pringsewu, Rabu (20/3) ini dihadiri oleh Kepala BPJS Cabang Bandar Lampung dr.Muhammad Fakhriza, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Andi Wijaya, M.T., Kadis Kesehatan Purhadi, M.Kes., Kadis Sosial Bambang Suhermanu, S.Sos., Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ir.Suheriyanto, Kepala BPKAD Arief Nugroho, M.A.P., dan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Hasan Basri, S.Sos.
.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.A.Budiman, P.M., M.M. berharap melalui kegiatan Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama ‘Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kabupaten Pringsewu tahun 2019, dapat lebih mensinkronkan sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) bagi masyarakat di Kabupaten Pringsewu. “Program JKN merupakan salah satu program strategis nasional. Dan, peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan program strategis nasional sudah sangat jelas, dan sudah menjadi kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah, sebagaimana pasal 67 Undang-undang No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Kemudian melalui Instruksi Presiden No.8 Tahun 2017, menginstruksikan kepala daerah untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta JKN-KIS. Juga melalui Peraturan Presiden No.82 Tahun 2018, dimana pada pasal 99 ayat (1) dinyatakan Pemerintah Daerah wajib mendukung penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan,” katanya.
.
Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Bandar Lampung dr.Muhammad Fakhriza dalam paparannya mengungkapkan di Kabupaten Pringsewu masih terdapat 150.627 jiwa (35,68%) penduduk yang belum terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Sementara Pemkab Pringsewu baru mengintegrasikan jamkesdanya sebanyak 40.513 jiwa. Oleh karena itu, kami mendorong Pemkab Pringsewu untuk terus mengintegrasikan Jamkesda kedalam program JKN-KIS, dan mengadvokasi Pemkab Pringsewu untuk menambahkan kuota peserta PBI APBD,” ujarnya.
.
Untuk diketahui, Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tahun 2019, terdiri dari Pengarah Bupati Pringsewu, Ketua Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, Sekretaris Kepala BPJS Cabang Bandar Lampung, dengan anggota yakni Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala BPKAD, Kadis Sosial, Kepala Bappeda, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala BPJS Kantor Kabupaten Pringsewu, serta 2 anggota Ad Hoc. (*/ Subbag. Publikasi dan Dokumentasi – Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Wabup Pringsewu Hadiri Peringatan Hari Konsumen Nasional 2019 Di Kota Bandung

PRINGSEWU – Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. menghadiri acara peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/3). Selain Wabup bersama Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Hj.Rita Irviani Fauzi, S.E., M.M., turut mendampingi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Jhondrawadi, S.E., M.M. dan Kadis Koperindag dan UMKM Kabupaten Pringsewu Drs.Masykur, M.M.

Kegiatan Harkonas ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukito, Gubernur Jawa Barat H.Ridwan Kamil, serta diikuti oleh lembaga atau instansi yang memiliki layanan pengaduan konsumen, diantaranya instansi pemerintah, lembaga perlindungan konsumen, BUMN dan BUMD, layanan telekomunikasi, bank maupun swasta.

Berbagai kegiatan yang digelar pada acara Harkonas 2019 yang dipusatkan di komplek Gedung Sate Pemprov Jawa Barat, diantaranya peresmian + 150 Kantor Metrologi Legal, Launching Juru Ukur Timbang, pemberian penghargaan pemda terbaik peduli konsumen, peresmian pasar dan pameran.

Selain itu, juga ada eksplor pameran mulai dari transportasi, pembiayaan, perumahan, telekomunikasi, e-commerce, acoustic performance, hingga akan hadir games kursi panas, serta aneka permainan dan pemberian doorprize, serta puncak acara berupa minum kopi bareng bersama 3000 konsumen.

Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. mengatakan perlindungan konsumen telah dan akan senantiasa menjadi perhatian pemerintah, terlebih di era ekonomi digital seperti sekarang ini, dimana tren pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan, apalagi semenjak sejak revolusi industri 4.0. “Kita berharap agar masyarakat kita, khususnya di Kabupaten Pringsewu dapat menjadi konsumen yang cerdas,” harapnya.

Konsumen yang cerdas, menurut wabup, harus dapat memperjuangakan hak maupun kewajibannya . “Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Undang-undang No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen,” ujarnya. (© Subbag Pub.& Dok. Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

15 Duta Besar Negara-negara Sahabat Akan Mengunjungi Pringsewu

PRINGSEWU – Sebanyak 15 duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat akan mengunjungi Kabupaten Pringsewu. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri acara perayaan peringatan HUT ke-10 Kabupaten Pringsewu (1 Dasawarsa Kabupaten Pringsewu).

Informasi yang diperoleh dari pihak panitia, para duta besar yang rencananya akan mengunjungi Pringsewu pada 29-31 Maret 2019 mendatang, diantaranya adalah Duta Besar Peru Mr.Julio Cardenas, Duta Besar Armenia Ms.Dziunik Aghajanian, Duta Besar Panama Mrs.Debora Ho, Duta Besar Bosnia Mr.Mehmed Halilovic, Duta Besar Yordania Mr.Abdallah Suliman Abdallah Abu Romman, Duta Besar Bangladesh Mr.Azmal Kabir, Duta Besar Polandia Mrs.Beata Stoczynska, Duta Besar Maroko Mr.Ouadia Benabdellah, Duta Besar Afrika Selatan Mr.Hilton Fisher, Duta Besar Rusia Ms.Lyudmila Vorobieva, Duta Besar Bahrain Mr.Mohamed Ghassan Mohamed Adhan Shaikho, kemudian CDA Kazakhstan Mr.Kairat Malayev, CDA Bulgaria Mrs.Alexandrina Guigova, CDA Afghanistan Mr.Zalmai Wafamal, CDA Yaman Mr.Mohamed Ali Saleh Al-Najar.

Beberapa agenda yang akan diikuti kelimabelas duta besar tersebut selama 3 hari berada di Pringsewu, diantaranya adalah meninjau Sentra Industri Kain Tapis Pringsewu di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, mengunjungi Proyek Strategis Nasional Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, mengikuti prosesi gelar adat Lampung Saibatin ‘Angkon Muwakhi‘ (angkat saudara) di Kecamatan Pardasuka, mengunjungi dan menyaksikan Pringsewu Expo 2019 di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu, mengunjungi Wisata Nggruput di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, menyaksikan lomba menangkap itik dan pertunjukan kesenian kuda kepang, menunggang gajah, dan sejumlah agenda lainnya yang dipersiapkan.

Dan, termasuk acara seremonial bersama Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, seperti pada acara penyambutan dan lain sebagainya.

(*/ Subbag Pub.& Dok. Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Varietas Padi Lumbung Sewu Cantik dari Pringsewu Peroleh Sertifikat

GADINGREJO – Kabupaten Pringsewu kini memiliki varietas padi lokal bernama Lumbung Sewu Cantik. Dan, varietas padi inipun juga sudah terdaftar dan memperoleh sertifikat dari BPTP Kementerian Pertanian RI.
Bupati Pringsewu H.Sujadi saat menghadiri acara penyerahan sertifikat tanda daftar  varietas padi Lumbung Sewu Cantik, sekaligus penanaman demarea padi Lumbung Sewu Cantik serta penyerahan gudang UPPO Poktan Ngudi Rahayu di Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Senin (18/3) mengharapkan varietas padi Lumbung Sewu Cantik yang berasal dari Rantautijang, Pardasuka ini penyebarannya dapat meluas ke seluruh Kabupaten Pringsewu. “Seperti kita ketahui bahwa Pringsewu memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Besarnya potensi ini juga memperbesar peluang adanya sumber daya genetik,” katanya, didampingi Peneliti BPTP Lampung Dr.Ir.Slameto, M.Si. dan Kadis Pertanian Pringsewu Ir.Iskandar Muda.
.
Sujadi juga mengajak para petani Pringsewu untuk berinovasi guna meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Pringsewu. Selain itu, Bupati Pringsewu juga mengharapkan Dinas Pertanian setempat dapat mengeluarkan himbauan dan aturan agar petani tidak membakar jerami. “Hal tersebut mengingat jerami ini dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik, sebagaimana kotoran hewan. Kita coba memasyarakatkan penggunaan pupuk organik di kalangan petani kita,” ujarnya. (*/Subbag Pub.& Dok. Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

51 Ribu Peserta Ikuti Millenial Road Safety Festival 2019 di Pringsewu

GADINGREJO – Sebanyak 51 ribu peserta mengikuti acara Millenial Road Safety Festival 2019 di lapangan Pemkab Pringsewu, Ahad (17/3). Para peserta tersebut berasal dari dua daerah yakni Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus. Bahkan sebagian ada juga yang datang dari wilayah kabupaten tetangga di sekitar Pringsewu, diantaranya dari Kabupaten Pesawaran dan Lampung Tengah.
.
Acara yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Tanggamus ini, dihadiri langsung oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi dan Bupati Tanggamus Hj.Dewi Handajani, S.E., M.M., Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A., Wakil Bupati Tanggamus H.A.M.Syafei, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Bharoto, Dandim 0424/TGM Letkol Arhanud Anang Hasto Utomo, Kajari Pringsewu Asep Sontani Sunarya, S.H., C.N., Kajari Tanggamus, para kepala instansi vertikal lainnya dari Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, jajaran Pemkab Pringsewu dan Pemkab Tanggamus, jajaran DPRD Pringsewu dan DPRD Tanggamus, tokoh masyarakat kedua daerah, serta jajaran Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Lampung, serta jajaran Kepolisian Resor Tanggamus.
.
Berbagai kegiatan yang digelar dalam acara tersebut, diantaranya jalan sehat yang dilepas oleh Bupati Pringsewu dan Bupati Tanggamus didampingi jajaran muspida kedua kabupaten, deklarasi pelopor keselamatan berlalulintas, safety riding, bazaar UMKM, pameran peralatan dan kendaraan Polisi Lalulintas, pameran helikopter milik Polisi Udara Polda Lampung,  senam massal, atraksi anggota Polisi Cilik Polres Tanggamus, atraksi paralayang, serta hiburan musik menampilkan Lyla Band dari ibukota.
.

Pada kesempatan tersebut juga dibuka layanan perpanjangan SIM, pembuatan SKCK, serta informasi pendaftaran penerimaan anggota Polri. Ratusan hadiah serta door prize pun disediakan oleh pihak panitia, diantaranya beberapa sepeda motor, sepeda, lemari es, mesin cuci, kipas angin, magic com, dispenser, dan masih banyak lagi lainnya.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kepolisian Daerah Lampung dan Resor Tanggamus yang telah memilih Kabupaten Pringsewu sebagai lokasi kegiatan Millenial Road Safety Festival 2019 Polres Tanggamus.
Dipilihnya Pringsewu, menurut bupati, tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pringsewu.
.
Bupati Pringsewu berharap dengan digelarnya kegiatan Millenial Road Safety Festival, dapat meningkatkan kesadaran kita semua, baik para pengguna kendaraan serta seluruh pemakai jalan, dalam tertib berlalulintas, khususnya di kalangan millenial. “Tertib berlalulintas merupakan salah satu cermin budaya bangsa, sehingganya, jika kondisi lalu lintasnya tertib, maka baik pula budaya bangsa tersebut, dan juga sebaliknya,” kata Sujadi.
.
Sementara itu,  Bupati Tanggamus Hj.Dewi Handajani, S.E., M.M. dalam sambutannya mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Tanggamus masih cukup tinggi. Penyebabnya pun cukup beragam, mulai dari semakin padatnya volume kendaraan hingga kurang disiplin dan patuhnya pengendara kendaraan terhadap peraturan lalulintas. “Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi atas diselenggarakan acara Millenial Road Safety Festival ini, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran kita semua, para pengguna jalan untuk tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, termasuk kalangan millenial,” ujarnya.
.
Dalam pada itu, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Bharoto dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus yang menghadiri dan mensukseskan acara Millenial Road Safety Festival 2019 Polres Tanggamus. “Alhamdulillah, pesertanya banyak seperti ini. Sebetulnya target kita sekitar 30 ribu peserta, namun ternyata lebih dari 51 ribu peserta. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban bersama,” ajak kapolres. (*/ Sub.Bag.Pub.& Dok. Humas Pemkab Pringsewu / Isnanto Hapsara, A.Md.)

Ayu & Dedi, Muli & Mekhanai Pringsewu 2O19

PRINGSEWU  –  Nyi Ayu Santita dan Ismudin Dedi terpilih menjadi pasangan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu 2019. Ayu, wakil dari Kecamatan Gadingrejo, dengan nomor peserta 06, dan Dedi dari Kecamatan Pagelaran, dengan nomor peserta 03, berhasil menyisihkan pasangan muli dan mekhanai lainnya, pada Malam Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu 2019 di halaman pendopo setempat, Sabtu (16/3) malam.
Ajang Pemilihan Muli Mekhanai Pringsewu  merupakan agenda tahunan Pemkab Pringsewu melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata yang juga diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HUT Kabupaten Pringsewu. Muli Mekhanai terpilih ini, nantinya akan menjadi Duta Pariwisata Kabupaten Pringsewu, sekaligus akan mewakili daerah ini pada Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung.
Bupati Pringsewu H.Sujadi  yang hadir bersama Dandim 0424/TGM Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Bharoto, Kajari Pringsewu Asep Sontani Sunarya, S.H., C.N., Ketua Pengadilan Negeri Kotaagung, jajaran Pemkab Pringsewu serta tokoh masyarakat dan adat setempat, mengharapkan pemenang ajang Pemilihan Muli Mekhanai Kabupaten Pringsewu 2019 untuk dapat mengasah diri agar lebih baik lagi, karena nantinya akan memikul tanggung jawab sebagai Duta Pariwisata yang harus mampu memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pringsewu, terutama potensi pariwisata, budaya, dan lainnya. (*/ Sub.Bag.Pub.& Dok. Humas Kab.Pringsewu / Isnanto Hapsara)

SD Negeri 1 Patoman Berlakukan Program ‘Jam Ke-0 dan Hari Belajar 05+4’

PAGELARAN – SD Negeri 1 Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung,  menerapkan program ‘Jam Ke 0 dan Hari Belajar 05+4’. Apakah yang dimaksud dengan program Jam ke-0 dan Hari Belajar 05+4′, serta apa yang menarik dari program tersebut ?

Menurut Kepala SD Negeri 1 Patoman Supri Hartiningsih, S.Pd. program ‘Jam ke-0 dan Hari Belajar 05+4’ ini merupakan kegiatan belajar yang dimulai dari pukul 06.00-07.00 WIB setiap pagi. “Sebetulnya kegiatan belajar mengajar di sekolah ini tidak berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Pringsewu, dimana jumlah jam belajar di sekolahnya selama satu minggu, untuk kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 210 jam. Hanya saja ada penambahan jam khusus sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai, yakni pada pukul 07.15-12.25 WIB. Sedangkan dari pukul ,07.00-07.15 WIB, dipergunakan oleh siswa untuk sarapan pagi sekaligus sholat Dhuha di sekolah,” kata Supri Hartiningsih, Sabtu (16/3/19).

Dijelaskan oleh Supri Hartiningsih, selama kurun waktu satu jam tersebut (6.00-7.00), siswa-siswi SDN 1 Patoman diberikan pelajaran tambahan, yakni semacam kegiatan les, diantaranya mata pelajaran pokok matematika, IPA, bahasa Indonesia, PKN, IPS, ataupun mengulang soal-soal, dan jika menjelang ujian, dipergunakan untuk membahas kisi-kisi soal yang mau diujikan, baik Ujian Sekolah maupun Ujian Nasional. “Artinya, selain memperoleh mata pelajaran pada umumnya, siswa-siswi kami juga diberikan semacam bimbingan belajar. Jadi ada plusnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Supri Hartiningsih mengatakan kegiatan atau program tersebut merupakan idenya yang ternyata mendapatkan dukungan yang positif dari seluruh dewan guru. Selain dari dewan guru, dukungan juga datang dari para orang tua wali murid. “Mereka sangat mendukung dan bahkan berharap program ini dapat terus dijalankan di SD Negeri 1 Patoman. Para orang wali murid menilai program ini sangat besar manfaatnya, karena melatih siswa-siswi untuk hidup disiplin dan membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu yang ada secara maksimal,” ujarnya.

Supri Hartiningsih juga mengungkapkan bahwa dari adanya program ‘Jam ke-0 dan Hari Belajar 05+4’ ini, ternyata ada efek dominonya, karena selain mendisiplinkan para siswa itu sendiri dengan bangun lebih pagi, dan bagi yang beragama Islam tidak terlambat melaksanakan sholat subuh, para orang tua wali dan para guru pun akan melakukan hal yang sama. “Juga ada interaksi yang lebih intens diantara para siswa. Sarapan pagi juga dilakukan secara bersama-sama. Dan bahkan sesama siswa terkadang mereka saling tukar makanan dan lauk, ada proses saling memberi dan menerima. Dan khusus yang duduk di kelas 6, yang pasti mereka akan lebih siap dalam menghadapi ujian sekolah maupun nasional,” ungkapnya.

Meskipun para siswa ini bangun lebih awal dan ke sekolah juga lebih pagi, lanjut Supri Hartiningsih, tidak berdampak pada kondisi fisik dan kesehatan anak, dan selama pemberlakuan program tersebut tidak ada keluhan dari para siswa maupun orang tua wali.
“Justru dengan program ini berdampak pada peningkatan kesehatan serta prestasi akademik para siswa,” tambahnya.

Namun demikian, evaluasi atas pelaksanaan program tersebut, kata Supri Hartiningsih, tetap dilakukan pihaknya, dimana setiap 3 bulan sekali, ia bersama dewan guru melakukan rapat terkait pelaksanaan program ‘Jam Ke-0 dan Hari Belajar 05+4’. “Tentunya akan kami evaluasi terus, untuk mengetahui mana yang kurang dan perlu diperbaiki. Kesemuanya adalah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pringsewu pada umumnya dan di SD Negeri 1 Patoman khususnya,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. menyambut baik dan sangat mendukung apa yang sudah dilaksanakan di SD Negeri 1 Patoman. Hal tersebut merupakan salah satu inovasi dalam dunia pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pringsewu. “Saya sangat mendukung selama untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pringsewu. Bahkan, saya berharap apa yang sudah dilakukan SD Negeri 1 Patoman ini bisa dijadikan contoh bagi sekolah lainnya di Kabupaten Pringsewu. Saya mendorong sekolah-sekolah lainnya untuk juga menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka memajukan pendidikan di Kabupaten Pringsewu,” tandasnya.

(*/ Sub.Pub.&Dok.Humas Pemkab Pringsewu  / Anton Hapsara)